119 Puskesmas Bali Masuk Rencana Renovasi; Empat yang Rusak Berat Dibangun Ulang
Kemenkes memasukkan 119 puskesmas di Bali ke rencana renovasi 2027–2029 dan menyebut empat fasilitas rusak berat akan dibangun ulang; rincian lokasi dan jadwal belum dirilis.

Kementerian Kesehatan memasukkan 119 puskesmas di Bali ke dalam rencana renovasi yang akan berjalan bertahap pada 2027–2029. Empat puskesmas dengan kerusakan berat disebut akan dibangun ulang, sementara tujuh puskesmas yang melayani lebih dari 60.000 jiwa direncanakan dipecah untuk mengurangi beban pelayanan.
Target Bali menjadi bagian dari rencana nasional
Dalam rencana nasional yang diumumkan di Denpasar pada 6 Oktober, pemerintah menyebut renovasi 8.001 puskesmas, pembangunan 1.988 puskesmas baru, dan pembenahan 441 rumah sakit umum daerah selama tiga tahun mulai 2027. Untuk Bali, Kementerian Kesehatan menyebut 119 puskesmas akan direnovasi dan empat fasilitas yang rusak berat dibangun ulang. Tujuh puskesmas yang masing-masing melayani lebih dari 60.000 jiwa akan dipecah.
Kementerian juga mengatakan pembenahan akan memprioritaskan infrastruktur yang paling buruk dan mencakup penambahan unit rontgen bergerak di seluruh puskesmas. Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus mengingatkan bahwa alat baru perlu diimbangi tenaga yang mampu mengoperasikannya, termasuk radiografer dan dokter spesialis.
Rumusan untuk tujuh puskesmas masih perlu diperjelas
Ada perbedaan rumusan dalam pemberitaan lokal. Bali Post pada 6 Oktober menulis sekitar tujuh puskesmas di Bali akan dibangun baru, sedangkan rilis Kementerian Kesehatan dan laporan ANTARA pada 8 Oktober menyebut tujuh puskesmas dengan cakupan lebih dari 60.000 jiwa akan dipecah. Sumber resmi yang tersedia belum menjelaskan apakah pembangunan tujuh gedung baru merupakan langkah terpisah. Karena itu, angka dan tindakan untuk tujuh fasilitas dalam berita ini mengikuti rumusan Kementerian Kesehatan dan ANTARA.
Denpasar membuka layanan ibu dan anak
Di Denpasar, UPTD Puskesmas III Denpasar Barat di Jalan Gunung Agung No. 147, Pemecutan, diresmikan pada 6 Oktober sebagai puskesmas ramah ibu dan anak. Dinas Kesehatan Kota Denpasar menyebut peresmian itu sebagai bagian dari penguatan layanan yang berpusat pada kebutuhan perempuan, ibu, bayi, dan anak. Kementerian Kesehatan menyebut fasilitas tersebut beroperasi 24 jam dan memiliki layanan obstetri-neonatal emergensi dasar (PONED).
Peresmian fasilitas Denpasar itu merupakan informasi layanan setempat; pemerintah belum menyatakan bahwa puskesmas tersebut termasuk dalam daftar 119 fasilitas Bali yang akan direnovasi. Rincian nama puskesmas, jadwal pekerjaan per kabupaten/kota, dan pembagian anggaran untuk Bali belum dicantumkan dalam rilis yang diperiksa.
Ringkasan
- 119 puskesmas di Bali masuk target renovasi 2027–2029; empat yang rusak berat akan dibangun ulang.
- Kementerian menyebut tujuh puskesmas dengan layanan untuk lebih dari 60.000 jiwa akan dipecah; rumusan lokal tentang tujuh unit baru belum dijelaskan terpisah oleh sumber resmi.
- Denpasar meresmikan puskesmas ramah ibu dan anak di Denpasar Barat, tetapi belum ada keterangan fasilitas itu masuk daftar renovasi Bali.
Sumber
Sumber
- Mulai 2027, Pemerintah Siap Renovasi dan Bangun Ribuan Puskesmas — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
- Pemerintah anggarkan perombakan ribuan puskesmas dan ratusan RSUD — ANTARA
- Wamenkes RI Bersama Wakil Wali Kota Denpasar Resmikan UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Denpasar Barat sebagai Puskesmas Ramah Ibu dan Anak — Dinas Kesehatan Kota Denpasar
- Pemerintah akan Renovasi Seluruh Puskesmas di Indonesia — Bali Post