Jakarta Film Summit ditutup, penjajakan lokasi syuting dilanjutkan 22 Oktober
Pemprov DKI mendorong pembicaraan investasi dan produksi bersama berlanjut setelah forum dua hari, sementara Jakarta Scouting Day dijadwalkan Kamis.

Penjajakan lokasi syuting menjadi agenda lanjutan setelah Jakarta Film Summit 2026 berakhir pada Rabu, 21 Oktober. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadwalkan Jakarta Scouting Day pada Kamis, 22 Oktober, untuk memperkenalkan lokasi potensial produksi kepada pelaku industri dan mitra internasional.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menutup forum di Park Hyatt Jakarta, Jakarta Pusat. Ia mendorong pembicaraan investasi serta kerja sama internasional dalam pertemuan tersebut diteruskan menjadi kolaborasi produksi yang nyata.
Dari diskusi menuju kerja sama produksi
Forum yang berlangsung sejak 20 Oktober itu menghadirkan 40 pembicara dari 10 negara. Menurut keterangan Pemprov DKI, lebih dari 500 peserta bertemu dalam kegiatan tersebut, mencakup pekerja film, pelaku industri, investor, dan mitra internasional.
Pembahasannya meliputi kemudahan perizinan, akses pembiayaan, pengembangan talenta, hingga produksi film bersama lintas negara. Asian Film Alliance Network turut terlibat dalam pembahasan kerja sama dan pendanaan film. Kesiapan proyek untuk menarik investasi dan akses distribusi internasional juga menjadi perhatian forum.
Peluang yang dibahas belum sama dengan investasi yang telah terealisasi atau kontrak produksi yang telah ditandatangani. Keterangan pemerintah menekankan perlunya tindak lanjut setelah pertemuan, sehingga hasil kerja sama masih harus dibuktikan melalui langkah berikutnya.
Layanan untuk kebutuhan syuting di Jakarta
Pemprov DKI menyebut penguatan Jakarta Film Commission dilakukan melalui layanan Filming in Jakarta. Layanan itu membantu pelaku industri mendapatkan informasi lokasi, mengurus perizinan, dan mengoordinasikan kebutuhan produksi.
Jakarta Scouting Day direncanakan menjadi kesempatan memperkenalkan lokasi potensial di kota ini. Agenda tersebut masih berupa kegiatan yang dijadwalkan untuk 22 Oktober, bukan laporan bahwa kunjungan lokasi telah berlangsung. Siaran pers tidak merinci lokasi kunjungan maupun mekanisme keikutsertaan umum.
Bagi ekosistem film Jakarta, tindak lanjut yang dapat diamati adalah apakah pertemuan antarpelaku industri berkembang menjadi persiapan proyek, kemitraan produksi, atau pemanfaatan lokasi syuting. Harapan pemerintah agar industri membuka kesempatan kerja dan memperkuat ekonomi kreatif merupakan tujuan kebijakan, bukan hasil yang sudah dicapai dari forum dua hari tersebut.
Sumber
- Tutup Jakarta Film Summit 2026, Wagub Rano Dorong Tindak Lanjut Investasi dan Kolaborasi Internasional — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta