09/10/2026
BERITA · KONTEKS · PERSPEKTIF
Bahasa Indonesia

Berita dalam perspektif.
Konteks. Kejelasan. Sumber.

Topik hangat, berita dan tren yang membentuk dunia

Komdigi Minta Meta Laporkan Penanganan Akun Anak di Threads

Dalam evaluasi 7 Oktober, Komdigi masih menunggu laporan Threads. Angka pemblokiran Instagram dan Facebook dibedakan dari pemindahan ke Teen Account.

Kolase kertas krem dengan foto arsip ponsel, gambar perisai keluarga, map laporan, pena, dan judul tentang pelindungan akun anak di Threads
Foto ilustrasi ponsel dari arsip PxHere, diunggah 2017, berlisensi CC0. Foto bukan tangkapan layar Threads atau dokumentasi evaluasi Komdigi; diadaptasi menjadi kolase dengan teks dan gambar buatan ImageGen.

Kementerian Komunikasi dan Digital meminta Meta menyampaikan laporan penanganan akun anak pada Threads. Permintaan itu disampaikan dalam evaluasi enam bulan implementasi PP TUNAS di Jakarta Pusat, Rabu, 7 Oktober 2026, sebagaimana tercantum dalam siaran pers kementerian dan laporan Katadata pada 8 Oktober.

Laporan Threads masih ditunggu saat evaluasi

Menurut laporan Katadata, Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan pemerintah belum menerima angka penindakan akun anak maupun laporan langkah pelindungan lain dari Threads. Ia meminta Meta segera menunjukkan komitmennya. Keterangan ini menjelaskan status pelaporan pada evaluasi tersebut, bukan menyatakan jumlah akun yang ditangani di Threads adalah nol.

Bedakan pemblokiran dan pemindahan akun

Data Meta yang dikutip Komdigi menunjukkan laporan untuk Instagram dan Facebook telah diterima. Berikut angka yang disebut dalam siaran pers; semuanya merupakan jumlah akun yang dilaporkan platform.

Laporan penanganan akun Meta dalam evaluasi 7 Oktober 2026
PlatformKeterangan
InstagramSekitar 85.000 akun pengguna di bawah 16 tahun diblokir
FacebookSekitar 99.000 akun pengguna di bawah 16 tahun diblokir
ThreadsLaporan penanganan akun anak masih ditunggu pemerintah

Katadata juga mencatat laporan Meta mengenai sekitar 22,5 juta akun anak yang dialihkan ke Teen Account. Pemindahan ke fitur itu berbeda dari pemblokiran, sehingga angkanya tidak digabungkan dengan akun yang diblokir. Jumlah akun juga tidak otomatis berarti jumlah anak yang berbeda.

Keamanan layanan dan pemahaman keluarga

Komdigi menegaskan keberhasilan pelindungan anak tidak hanya diukur dari penonaktifan akun. Evaluasi juga memperhatikan fitur, desain layanan, dan pengurangan risiko. Meutya menekankan pentingnya edukasi agar orang tua mengetahui serta memahami penggunaan fitur pengawasan yang tersedia.

Bagi keluarga di Indonesia, poin tersebut menunjukkan bahwa pembatasan akun dan pemahaman terhadap fitur keamanan perlu berjalan bersama. Sumber yang diperiksa belum memuat rincian angka Threads atau jawaban lanjutan Meta atas permintaan ini; karena itu, artikel ini tidak menetapkan besaran penindakan atau menyimpulkan adanya sanksi baru.

Sumber

  1. Enam Bulan Implementasi PP TUNAS, Meutya Hafid: Platform Mulai Berbenah, Pelindungan Anak Kini Hadapi Era AI — Kementerian Komunikasi dan Digital
  2. Komdigi Tegur Meta karena Belum Lapor soal Nonaktif Akun Medsos Anak di Threads — Katadata · Nuzulia Nur Rahmah