Dua awak MT Honour 25 kembali ke Sulsel setelah dibebaskan di Somalia
Dua awak MT Honour 25 asal Gowa dan Bulukumba tiba di Makassar pada 7 Oktober setelah dibebaskan di Somalia. BP3MI Sulsel mendampingi kepulangan mereka.

Dua awak kapal MT Honour 25 asal Sulawesi Selatan kembali ke Makassar pada Rabu, 7 Oktober 2026, setelah dibebaskan dari penyanderaan perompak di Somalia. Kepulangan mereka ke Sulsel menjadi kelanjutan pemulangan empat warga negara Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta sehari sebelumnya.
Dalam laporan SulawesiPos yang terbit 8 Oktober, kedua awak itu adalah kapten kapal Ashari Samadikun asal Gowa dan awak bernama Adi asal Bulukumba. Mereka dijemput tim Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar pukul 17.45 WITA pada 7 Oktober.
Pendampingan setelah tiba di Sulsel
SulawesiPos melaporkan bahwa penjemputan melibatkan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Selatan dan pihak bandara. Kepala BP3MI Sulsel Fanny Wahyu Kurniawan menyatakan pihaknya memantau proses pemulangan dan memberikan pendampingan sampai para awak kembali kepada keluarga.
Kabar ini memperjelas tahapan perjalanan bagi keluarga pelaut di Gowa dan Bulukumba: kedatangan di Indonesia berlangsung pada 6 Oktober, sedangkan kedatangan kedua awak di Makassar terjadi pada 7 Oktober. Tanggal 8 Oktober merupakan tanggal laporan lokal tersebut diterbitkan.
Pembebasan dan pemulangan melalui diplomasi
Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan 7 Oktober menyebut empat awak WNI tiba di Soekarno-Hatta dengan pendampingan Duta Besar RI untuk Nairobi. Mereka disambut Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, lalu diserahterimakan kepada perwakilan keluarga.
Menurut Kemlu, pembebasan terjadi pada 29 September 2026 melalui operasi otoritas Puntland. Sejak April, Direktorat Pelindungan WNI dan KBRI Nairobi berkoordinasi dengan pihak-pihak di Somalia serta perwakilan negara asal awak kapal. Kemlu bersama Kementerian Perhubungan juga menjaga komunikasi dengan keluarga selama penanganan kasus.
Dalam konferensi pers yang dilaporkan ANTARA pada 6 Oktober, Arrmanatha menjelaskan bahwa koordinasi mencakup pemerintah Somalia dan pemilik kapal, serta India, Pakistan, dan Myanmar karena warga negara mereka juga menjadi awak. Penanganan kasus melibatkan komunikasi lintas negara sebelum para WNI dapat melanjutkan perjalanan pulang ke daerah asal.
Sumber
- Kementerian Luar Negeri Fasilitasi Kepulangan 4 Kru Kapal MT Honour 25 yang Dibebaskan dari Pembajakan di Somalia — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
- RI koordinasi dengan berbagai negara demi selamatkan ABK MT Honour 25 — ANTARA · Nabil Ihsan
- Dua ABK Asal Sulsel Pulang Setelah Lima Bulan Disandera Perompak Somalia — SulawesiPos