Sulsel Ajak Warga Cegah Karhutla Tanpa Membakar, Waspadai Angin 9–15 Oktober
DLHK Sulsel mengajak warga membuka lahan tanpa membakar. BMKG memprakirakan potensi angin kencang di Sulawesi Selatan pada 9–15 Oktober.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia, kembali mengajak warga mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan membuka lahan tanpa membakar. Kepala DLHK Sulsel Kasman menyampaikan ajakan tersebut di Makassar pada 8 Oktober 2026, menurut laporan ANTARA.
Pencegahan dan akses pemadaman
Kasman mengatakan penanganan dilakukan bersama TNI, Polri dan unsur terkait. Ia menyebut kejadian yang ditangani tim gabungan dapat ditangani dengan baik, sambil menekankan pentingnya edukasi masyarakat.
Menurut Kasman, petugas menghadapi kendala saat api berada di pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan. Peralatan seperti jet shooter dan alat manual digunakan untuk menjangkau lokasi tersebut.
Daerah yang belum memperoleh hujan tetap menjadi perhatian. Kasman menyebut hujan di Luwu Raya dan Toraja diharapkan menurunkan risiko, serta mengingatkan pentingnya mempertahankan tutupan lahan dan memulihkan kawasan yang rusak.
Prakiraan angin kencang untuk Sulsel
Dalam prakiraan BMKG untuk 9–15 Oktober, Sulawesi Selatan masuk daftar wilayah dengan potensi angin kencang pada dua rentang waktu: 9–11 Oktober dan 12–15 Oktober. Publikasi tersebut diperbarui pada 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi kering masih mendominasi banyak wilayah Indonesia, meski hujan lokal tetap mungkin terjadi. Kewaspadaan terhadap karhutla terutama diperlukan pada wilayah dengan curah hujan rendah dan vegetasi yang semakin kering.
Langkah yang diminta kepada masyarakat
BMKG meminta masyarakat menghindari pembakaran sampah dan pembukaan lahan secara sembarangan, terutama di kawasan mudah terbakar, serta segera melaporkan indikasi titik api. Warga juga diminta mengikuti prakiraan dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG.
Prakiraan di atas mencakup tingkat provinsi. Informasi terbaru dari BMKG perlu dipantau untuk perkembangan cuaca setempat selama periode tersebut.