BMKG dorong peringatan dini dan data hidrologi untuk ketahanan air
Koordinasi lintas lembaga menjadi fokus menghadapi risiko iklim terhadap pasokan air Indonesia.

BMKG mengusulkan penguatan peringatan dini dan data hidrologi digital untuk menjaga ketersediaan air di Indonesia. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan rekomendasi itu dalam Rapat Koordinasi Swasembada Air Nasional di Jakarta, 15 Oktober 2026.
Risiko iklim bagi pasokan
Menurut data yang dipaparkan BMKG, suhu rata-rata permukaan Indonesia naik 1,04 derajat Celsius dalam 45 tahun. Perubahan suhu dan hujan dapat mengganggu keseimbangan air serta meningkatkan risiko kekeringan dan gangguan pertanian.
Koordinasi dan peringatan
BMKG merekomendasikan perluasan sistem peringatan banjir dan kekeringan, penguatan data hidrologi, serta koordinasi teknik modifikasi cuaca antarlembaga.
Laporan yang diterbitkan 16 Oktober tersebut memuat rekomendasi kebijakan. Pengumuman itu bukan pernyataan bahwa seluruh sistem baru sudah beroperasi atau pasokan air semua daerah telah aman.