21/10/2026
BERITA · KONTEKS · PERSPEKTIF
Bahasa Indonesia

Berita dalam perspektif.
Konteks. Kejelasan. Sumber.

Topik hangat, berita dan tren yang membentuk dunia

Jakarta uji kesiapsiagaan gempa di 500 lokasi sekolah dan gedung pemerintah

Latihan 21 Oktober diawali sirene pukul 10.00 WIB, dilanjutkan perlindungan diri dan evakuasi untuk mengevaluasi kesiapan sekolah serta perkantoran pemerintah.

Kolase foto arsip Jakarta 2024 dengan gambar tas darurat dan meja untuk berita simulasi gempa di 500 lokasi pada 21 Oktober 2026
Kolase dengan AI memadukan foto arsip Jakarta dari Semanggi, 10 Januari 2024, karya Nasarapa/Wikimedia Commons berlisensi CC0. Foto menunjukkan konteks kota, bukan pelaksanaan simulasi 2026 atau kejadian gempa; tas dan meja merupakan gambar ilustrasi. Foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Jakarta_Skyline_from_Semanggi.jpg · Lisensi: https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/

Jakarta menguji respons terhadap gempa melalui simulasi serentak di 500 lokasi sekolah dan gedung pemerintah pada Rabu, 21 Oktober 2026. Latihan mencakup perlindungan diri saat peringatan diterima hingga perpindahan peserta ke titik kumpul yang ditetapkan di masing-masing gedung.

BPBD DKI Jakarta melaporkan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Sekretaris Daerah Nomor e-0044 Tahun 2026 dan menjadi bagian dari Bulan Pengurangan Risiko Bencana. Lokasinya antara lain Balai Kota, kantor wali kota di lima wilayah administrasi, kantor Bupati Kepulauan Seribu, kantor kecamatan, kelurahan, dan sekolah.

Dari peringatan ke perlindungan diri

Rangkaian latihan dimulai pukul 10.00 WIB dengan sirene peringatan dari BMKG melalui aplikasi Indonesia Earthquake Early Warning System atau InaEEWS. Peserta kemudian mempraktikkan Drop, Cover, and Hold On: merunduk, berlindung di bawah meja atau furnitur kokoh, serta berpegangan sampai situasi dinyatakan aman untuk evakuasi.

Pada tahap berikutnya, peserta diarahkan keluar melalui tangga darurat menuju titik kumpul. Dalam latihan, petugas mengingatkan peserta untuk tetap tenang, tidak berdesakan, tidak memakai lift, dan mengikuti prosedur keselamatan di lokasi masing-masing.

Menguji prosedur, bukan hanya kecepatan keluar

Menurut BPBD, simulasi juga digunakan untuk mengevaluasi kesiapan prosedur evakuasi, efektivitas penyampaian informasi peringatan, dan koordinasi petugas gedung. Hasilnya diharapkan menjadi bahan perbaikan rencana kesiapsiagaan serta prosedur operasional darurat oleh pengelola gedung dan satuan pendidikan.

Kegiatan ini merupakan latihan kesiapsiagaan, bukan laporan terjadinya gempa. BPBD mengajak warga mengenali lingkungan sekitar, jalur evakuasi, dan titik kumpul serta mengikuti edukasi dan latihan kebencanaan secara berkala.

Sumber

  1. Simulasi Gempa Bumi Serentak di 500 Lokasi, 21 Oktober 2026 — BPBD Provinsi DKI Jakarta