BMKG gunakan dry ice untuk membantu mengurai asap karhutla
Intervensi menargetkan lapisan udara yang menahan asap; dampaknya tetap dinilai lewat jarak pandang dan PM2.5.

BMKG menyampaikan pada 20 Oktober bahwa pemerintah menggunakan dry ice dalam operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengurai kabut asap karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Sasarannya ialah lapisan inversi, yang menghambat gerakan udara ke atas dan membuat asap tertahan dekat permukaan.
Berbeda dari penyemaian hujan
Menurut penjelasan BMKG, pendinginan akibat dry ice di atas lapisan tersebut diharapkan membantu membuka aliran udara vertikal. Pendekatan ini dipakai ketika awan yang dapat disemai untuk hujan terbatas.
Hasil perlu diuji lewat pengamatan
Evaluasi berfokus pada jarak pandang dan konsentrasi PM2.5. BMKG menyebut indikasi perbaikan di sejumlah lokasi, termasuk Palembang, tetapi pemantauan dan analisis lanjutan masih diperlukan. Efektivitasnya bergantung pada atmosfer dan kondisi kebakaran.
Operasi ini melengkapi penanganan di lapangan. Pemadaman darat, patroli, penegakan hukum, serta pencegahan kebakaran tetap harus berjalan bersama.